Haikal Hassan Meledak! Bongkar Kejanggalan Kenapa Prabowo Dihujat Habis-habisan di Medsos

Jakarta – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hassan turut angkat suara soal fenomena makin maraknya hinaan dan makian terhadap Presiden Prabowo Subianto di ruang publik, terutama media sosial. Pernyataan Haikal ini viral dan menjadi bahan perdebatan nasional karena konteks sosial dan politik yang sangat sensitif di tengah dinamika kebebasan berpendapat dewasa ini.

Dalam pernyataannya, Haikal yang dikenal sebagai salah satu figur publik aktif dalam urusan keagamaan dan kini menjabat sebagai kepala BPJPH, mengungkapkan keprihatinan mendalamnya terkait perilaku sebagian pihak yang menurutnya tidak menghormati pemimpin negara melalui ujaran kasar. Hal itu ia sampaikan saat sebuah retret di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Kutipan Ayat Al-Qur’an Jadi Sorotan

Haikal membuka pernyataannya dengan menceritakan sebuah momen ketika Prabowo dalam acara retret tersebut mengutip ayat Al-Qur’an. Menurut Haikal, Presiden menyinggung ayat “Al-fitnatu asyaddu minal-qatl” yang bermakna bahwa fitnah bisa lebih kejam daripada pembunuhan. Kutipan itu disebut Haikal disampaikan Prabowo lebih dari satu kali sebagai pesan moral kepada peserta.

Menurut Haikal, kutipan ayat ini bukan sekadar retorika, tetapi merupakan gambaran kecemasan Prabowo terhadap kondisi sosial yang dipenuhi dengan ujaran negatif, hinaan, dan makian terhadap sesama. “Beliau menyampaikan bahwa fitnah itu sangat berbahaya dan bisa menghancurkan bangsa,” ujar Haikal dalam cuplikan video yang kini tersebar luas di media sosial dan berbagai platform berita.

“Apa Tidak Bangga Punya Presiden Seperti Itu?”

Haikal tidak bisa menyembunyikan emosinya saat membandingkan sikap Prabowo sebagai seorang pemimpin dengan perilaku sebagian masyarakat atau kelompok yang kerap menghina di ruang digital. Ia menyinggung bahwa Prabowo sebagai Presiden tidak hanya fokus pada urusan negara, tetapi juga mengingatkan bawahannya untuk menjalankan kewajiban agama seperti salat magrib ketika acara berlangsung.

“Dan ketika masuk lagi setelah magrib, beliau masih mengingatkan — siapa yang belum salat magrib… bukan apa-apa, tapi apa nggak bangga punya Presiden seperti itu? Kenapa terus saja dihina, terus saja dinyinyir, terus aja dimaki,” ujar Haikal dengan nada emosional, mempertanyakan sikap negatif yang ia lihat di masyarakat.

Pernyataan ini semakin menguatkan narasi bahwa Haikal melihat fenomena penghinaan terhadap Prabowo bukan sekadar kritik biasa, tetapi sudah masuk dalam ranah sosial yang berpotensi merusak budaya berpendapat yang sehat.

Prabowo Juga Pernah Singgung Sikap Elit yang “Nyinyir”

Tidak hanya Haikal yang mengeluhkan fenomena tersebut. Selama beberapa kesempatan, Prabowo sendiri pernah menyentil kelompok elit yang menurutnya lebih banyak mencaci dan menghujat kerja pemerintah di media sosial daripada bekerja nyata melayani rakyat. Prabowo mengaku heran dengan perilaku elit ini karena menurutnya mereka justru kerap mengabaikan prestasi pembangunan dan kontribusi positif bangsa.

Dalam salah satu acara publik, Prabowo mengatakan sebagian elite “kerjanya hanya ngejek, hujat, fitnah, nyinyir,” tanpa memberikan apresiasi terhadap hasil kerja pemerintah atau prestasi anak bangsa di berbagai bidang. Ia bahkan menyebut perilaku tersebut ‘aneh’ dan menunjukkan kesehatan mental yang kurang sehat dalam konteks kerja sama nasional.

Siapa Haikal Hassan dan Perannya di BPJPH?

Haikal Hassan kini dikenal luas karena perannya sebagai Kepala BPJPH. Lembaga ini bertanggung jawab atas sertifikasi halal di Indonesia, sebuah fungsi yang strategis mengingat besarnya pasar produk halal domestik maupun internasional. Diplomat dan aktifis keagamaan ini kerap menjadi sorotan publik, baik karena kebijakan publiknya maupun pernyataannya yang tajam terhadap isu sosial dan politik.

Sebelum diangkat sebagai kepala BPJPH, Haikal sudah dikenal luas di kalangan komunitas keagamaan sebagai figur yang vokal dan tidak segan mengeluarkan pendapat yang kontroversial. Ia bahkan sempat mengungkap pandangan politis kuat di berbagai momen publik sebelum dilantik oleh Prabowo.

Reaksi dan Kontroversi Publik

Pernyataan Haikal ini lantas memicu reaksi beragam di publik. Sebagian masyarakat memberikan dukungan kepada Haikal karena dinilai berani membuka suara soal fenomena negatif dalam ruang digital. Mereka menyebut kritik Haikal mencerminkan kecemasan bersama terhadap budaya penghinaan dan ujaran kebencian yang kian bebas tanpa batas.

Namun, tidak sedikit juga yang menilai pernyataan Haikal terlalu emosional, bahkan justru bisa memperuncing polarisasi di masyarakat. Kritik terhadap pemimpin, menurut mereka, tetap merupakan hak yang dijamin konstitusi asalkan disampaikan dengan cara yang santun dan berdasarkan fakta.

Isu ini kemudian membuka diskursus yang lebih luas seputar batas kebebasan berpendapat, norma sosial, dan etika dalam menyampaikan kritik terhadap pejabat publik di era digital yang serba cepat dan terkoneksi.