Hiasan Dinding Asal Indonesia Digemari Pasar Internasional

© istCEO hiasan dinding Karissut, Muhammad Karom.

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Hiasan dinding jenis Walldecor sekarang makin digemari wargadunia.

Umumnya mereka tertarik dengan ornamen warna gambar seperti bunga dan hiasan kaligrafi ayat suci.

Tak heran, produk tersebut menjadi peluang bisnis yg sangat menjanjikan.

Di Bogor, seorang milenial sekaligus CEO dari hiasan dinding Karissut bernama Muhammad Karom, mengungkapkan bahwa peluang usaha Walldecor masih terbuka lebar, seiring makin terbukanya akses pasar di Indonesia & daerah Asia Timur maupun Asia Tenggara.

Bahkan Menurut Karom, beliau sendiri masih kewalahan mendapat pesanan berdasarkan luar negeri yang mencakup Malaysia, Filipina dan Arab Saudi.

“Terutama pada hari libur atau dalam event-event tertentu, otomatis pesanan berdasarkan luar negeri makin meningkat,” ujar Karom saat ditemui pada ruang kerjanya, Jalan Karakal, Desa Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/12/2021).

Karom mengungkapkan, Karissut sendiri mendapat berbagai pesanan gambar jenis walldecor & stiker.

Baca jua:6 Cara Kasih Surprise Kado Perhiasan ke Pasangan, Dijamin Bikin Dia Kaget Banget!

Bahkan Karissut menerima orderan sinkron pesanan.

Misalnya buat gambar bisa diadaptasi dengan selera customer melalui WhatsApp ataupun mengunjungi marketplace yg terdapat.

“Kelebihan Karissut itu jikalau terdapat yg pesan hari ini kita langsung kirim hari ini jua. Dan kita secara kualitas gambar lebih tajam warnanya. Kemudian prodak kita sudah dilengkapi dengan laminasi,” katanya.

Sementara untuk harga jual, Karissut membanderolnya menggunakan harga Rp 12 ribu sampai Rp 20 ribu per lembar.

Namun harga tersebut mampu lebih tinggi lantaran tergantung dalam ukuran dan detail gambar yg sanggup jadi relatif merumitkan.

“Yang niscaya kita bisa cetak hiasan dinding gambar bunga, kata motivasi, kaligrafi, sama gambar custem sesuai permintaan,” ucapnya.

Sebagai fakta, Karissut berdiri dalam tahun 2020 dengan inisiator utamanya Muhammad Karom.

Awalnya, Karom yg adalah pekerja hotel pada tempat Bogor ini resah karena gaji bulanannya terpotong akibat masa sulit pandemi Covid- 19.

Baca pula:Tampil Elegan pada Hari Pernikahan, Ini Tips Memilih Perhiasan Berlian yg Tepat!

Tak pelak, situasi ini membuat beliau harus berpikir keras untuk menjalankan perekonomiannya.

Setelah coba-coba selama setahun, sekarang omset Karom bisa mencapai 90 juta perbulan.

Omset sebesar itu relatif buat menggaji 10 karyawan dan biayaproduksi lainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *