Kaligrafi Dinding Masjid & Mushola Terindah [ Wa : 0812.2817.3860. ]

Mengenal Seni kaligrafi dinding dengan banyak sekali bentuk dan gaya

Kaligrafi Dinding Masjid merupakan sebuah penggabungan antara karya seni kaligrafi arab dengan beberapa fariasi hiasan ornamen klasik juga ornamen terkini yang di untuk pada media dinding masjid.

Inilah yang pada sebut menggunakan lukisan kaligrafi dinding masjid yg menampilkan estetika yg bernuansa islami, sehingga menarik perhatian & banyak pada minati oleh kalangan rakyat umum .

Sebagian orang menyebutnya dengan sebutan kaligrafi tembok masjid dan sebagian menyebutnya dengan kaligrafi dinding masjid.

Perbedaan sebutan ini hanyalah sebatas sinonim istilah saja, namun yg di maksud menurut dua istilah tersebut memiliki tujuan yang sama.

Pada umumnya karya kaligrafi yg satu ini sebagian besarbanyak di jumpai pada bangunan masjid berdasarkan aneka macam negara di timur tengah, seperti di turki, iran, maroko.

Termasuk pada indonesia sendiri sebagian berdasarkan para ahli pakar kaligrafi poly yang meniru & mengembangkan desain kaligrafi dinding masjid spesialturki, iran, arab, dan negara-negara lainnya.

Untuk meniru gaya ornamen kaligrafi dinding masjid yang ada di timur tengah sangat di butuhkan kesabaran yang extra, di karenakan bentuk & gaya motif ornamennya sangat rumit.

Maka dari itu pada mengerjakan kaligrafi di masjid owner selalu menaruh dua pilihan desain. Karena terdapat desain yang sederhana & juga ada desain yang lebih jelasnya.

Contoh kaligrafi dinding masjid dengan fariasi ornamen yang sederhana dan nir begitu detail umumnya hanya memakan waktu yang singkat.

Sedangkan bila memakai ornamen yg kelasnya rumit & detail maka proses pengerjaanpun akan menempuh saat yang lumayan lama. Seperti ornamen gradasi.

Fakta menerangkan bahwa adanya kaligrafi pada dinding masjid dengan berbagai bentuk & gaya membuahkan beberapa kesan yang di nilai sangat baik buat ruangan masjid.

Dalam hal ini masyarakat sangat memperhatikan adanya kaligrafi di dalam masjid lantaran selain mempunyai kesan positif yang menjunjung tinggi nilai-nilai kepercayaan .

Selain itu kaligrafi pula memiliki fungsi menjadi hiasan dinding masjid yang mempunyai kesan artistik.

Sehingga menggunakan berusaha mewujudkan karya kaligrafi dinding masjid terindah maka bangunan masjid akan terkesan megah & glamor dan membuat jamaah sebagai betah.

Lantaran estetika pada ruangan nir mampu membohongi mata dan rasa.tiga Jenis pola pada pembuatan kaligrafi buat dinding masjidKami akan jelaskan tiga bagian tadi di bawah ini :Kaligrafi Dinding Masjid MemanjangKaligrafi Dinding Masjid PersegiKaligrafi Dinding Masjid Melingkar ( Bulat )1.Kaligrafi dinding dengan pola memanjang

Untuk standar ukuran memanjang pada mengerjakan kaligrafi dinding masjid yaitu sesuai dengan ukuran bangunan masjidnya.

Sedangkan buat ukuran lebar media dalam pola kaligrafi yang di kerjakan umumnya mulai berdasarkan 60 centimeter sampai maksimalsatu meter.

Tetapi ada sebagian yg memakai berukuran lebar 30 cm sampai 50 cm, akan tetapi menggunakan ukuran lebar sekian umumnya nir memakai full variasi ornamen, akan tetapi hanya menggunakan kaligrafi & garis list saja.

Namunterdapat ornamen pemanis umumnya di letakkan di sudut ujung yang masih pada lingkup background kaligrafinya.

Banyak sekali jenis ragam dan aneka macam bahan buat pembuatan kaligrafi dinding menggunakan pola memanjang.

Sebagian terdapat yang pribadi memakai cat apabila pengerjaannya memakai teknik melukis langsung dalam dindingnya.

Sebagian jua terdapat yg memakai bahan jenis triplek, wallpaper, banner, stiker dsb, namun sistemnya pemasangannya menggunakan sistem tempel.

Jika pembuatannya memakai bahan timbul umumnya menggunakan bahan grc, kuningan, stainless, akrilik, mirror dsb.

Namun buat pekerjaan kaligrafi dinding menggunakan bahan jenis tersebut nir sanggup eksklusif pada kerjakan di lokasi, akan tetapi di cetak atau di buat terlebih dahulu pada workshop, apabila sudah jadi maka baru di pasang pada lokasi.dua.Kaligrafi dinding dengan pola persegi

Kaligrafi hiasan dinding masjid dengan pola persegi umumnya terpampang pada media dinding yg ukuran lebar menggunakan berukuran tinggi media  lebih menurut 1,lima meter yang pastinya akan lebih banyak fariasi ornamen & kaligrafi yg masuk di dalamnya.

Untuk pembuatan kaligrafi di tembok masjid dengan bentuk persegi maka umumnya memakai desain dan motif formal yang meliputi unsur blog, garis list, yang pada sempurnakan menggunakan motif tangkai, daun & aneka macam ornamen bunga menjadi pemanisnya.

Tetapi bila memakai variasi dari gaya mushaf sampul Al-Quran maka yang cocok buat desain polanya merupakan mengikuti gambar desain mushaf yg terdapat dalam sampul Al-Quran.

Untuk penulisan kaligrafinya umumnya memakai khat naskhi dalam tulisan ayatnya & di kombinasi dengan khat tsulus dalam goresan pena nama suroh dan fakta jumlah ayatnya.

Rata-rata proses pembuatan kaligrafi dinding masjid dengan pola persegi ini memakan saat yang tidak mengecewakan lama, karena faktor desain ornamen yang lebih rumit & dengan media yg lebih lebar di bandingkan pengerjaan kaligrafi dinding masjid dengan pola memanjang.

Di dalam penempatan kaligrafi dinding persegi ini tidak setiap ruangan sanggup, tetapi hanya dalam titik tertentu kaligrafi versi ini mampu terlihat indah dan gagah.

Biasanya penempatan kaligrafi dinding dengan pola persegi ini ada dalam ruangan dinding depan atau dinding pada bawah kubah menggunakan berukuran lebar lebih menurut 1,5 meter.

Seperti yang ada pada gambar kaligrafi di dinding masjid baitun nuruddin yang berada di sukolilo pati jateng.tiga.Kaligrafi dinding dengan pola melingkar atau bundar

Termasuk bagian menurut bentuk kaligrafi dinding masjid merupakan menggunakan pola bundaratau melingkar yg di kelilingi menggunakan hiasan ornamen.

Pola yang satu ini umumnya pada isi dengan tulisan kaligrafi Allah Muhammad atau jenis kaligrafi pendek yang sanggup di susun secara membulat seperti dua kalimat syahadat dsb.

Untuk ukuran diameter pada membuat kaligrafi dinding masjid dengan pola melingkar yang ideal yaitu minimal satu meter & mampu lebih tergantung luas media dindingnya.

Namun pola melingkar ini sanggup pada buat lebih kecil berdasarkan ukuran diameter satu meter jika hanya buat sekedar fariasi yang pada gabungkan menggunakan kaligrafi memanjang.

Seperti halnya kaligrafi dalam dinding masjid Baitul muttaqin pada karimun jepara yg pernah kami kerjakan.

Biasanya penempatan kaligrafi menggunakan konsep bundaratau melingkar kebanyakan berada dalam kanan & kiri dinding masjid yang depan, atau di tengah-tengah mihrab pada.

Konsep misalnya ini masih sporadis sekali di temukan di dalam masjid karena rata-rata yang banyak pada jumpai adalah kaligrafi dinding versi memanjang dan persegi.

Seperti model kaligrafi dinding masjid baitirriayah menggunakan bentuk melingkar yg kami buat pada dua sisi dalam dinding masjid, & model  ini sanggup di buat acuhan bagi konsumen yg akan merencanakan pekerjaan kaligrafi dinding dengan konsep membulat.Lantas Bagaimana Cara Membuat Kaligrafi Dinding Masjid…???

Dalam teori pembuatan kaligrafi pada dinding masjid rata-homogen para desainer kaligrafi memakai teori manual mulai menurut pembuatan mal, pengecatan ornamen, hingga penulisan kaligrafinya.

bahan bahan yg di gunakan antara lain sebagai berikut ini:kertas: buat menciptakan sketsa dan harta benda beberapa ornamen yg akan pada aplikasikan dalam media dinding masjid.lakban, cutter, rol, kuas, pensil, penggaris, dsb: adalah alat2 pendukung untuk pembuatan harta benda, hingga tehnik pengerjaan pada lapangan.cat tembok: kegunaannya buat mewarnai ornamen kaligrafi dinding yg sudah di rancang dan di desain sebelumnya.5 langkah yg perlu di perhatikan pada pembuatan kaligrafi dalam media dinding

Langkah pertama yang wajibpada lakukan adalah mengukur media dinding dengan ukuran yg sepantasnya sinkron kadar luas berdasarkan bangunan masjidnya.

apabila buat masjid-masjid akbar di kota umumnya mempunyai ukuran bangunan yang tinggi menggunakan ruangan yg luas.

Maka buat berukuran lebar kaligrafi dan ornamennya menggunakan baku kami yaitu minimal 70 centimeter sampai aporisma satu meter & panjangnya mengikuti dindingnya.

Jika buat masjid pada pedesaan yg umumnya bangunannya tidak begitu luas misalnya masjid agung dst, maka kita umumnya memakai berukuran lebar kaligrafi & ornamen minimal 50 centimeter sampai menggunakan 70 centimeter.

Begitu pula buat pembuatan kaligrafi di mushola kami pula memakai ukuran minimal 50 cm buat lebar kaligrafi dan ornamennya.

Membuat berukuran yang sempurna sinkron ruangan merupakan suatu pekerjaan krusial & perlu pada perhatikan. Karena berukuran yang sempurna merupakan ukuran yang menyesuaikan jarak pandang.

Dalam hal ini terkadang di biarkan oleh sebagian orang pada menciptakan ukuran media kaligrafi yang seharusnya memakai berukuran yang proporsional & menyesuaikan lingkup ruang yg terdapat.

Langkah yg 2 adalah menciptakan garis persegi panjang, umumnya garis ini terbagi sebagai dua bagian yaitu garis ruang kaligrafi & garis ruang ornamen.

Setiap garis ruangan mempunyai berukuran sinkron menggunakan konsep yang sudah pada rancang sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *