Tips Terbaik untuk Toilet Training Anak

Tips Terbaik untuk Toilet Training Anak

Mengajari anak untuk bisa pergi ke kamar mandi sendiri ketika ingin buang air besar atau kecil memang bisa dikatakan gampang-gampang susah. Toilet training anak memang penting karena disini anak akan dilatih atau diajarkan untuk bisa BAB dan BAK ditempatnya sehingga membutuhkan proses dan kesabaran yang tinggi bagi orang tua dan pengasuh. Hal itu disebabkan proses ini membtuuhkan waktu dan setiap anak akan membutuhkan waktu yang berbeda-beda agar berhasil. Oleh karena itu, para orang tua tidak boleh membandingkan anak satu dengan yang lainnya.

Hal penting terkait toilet training anak

Ketika anda sedang melaksanakan toilet training, maka ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan saat melatih anak. Hal pertama yang perlu diketahui adalah mengerti tahapan yang harus dilakukan anak ketika ingin BAB dan BAK. Disini, anak harus merasakan adanya tekanan di kandung kemih atau rasa mual dan anak harus menghubungkan perasaan itu dengan apa yang terjadi didalam tubuhnya. Anak juga belajar menanggapi tanda-tanda itu dengan berlari menuju kloset atau pispot. Sesampainya disana maka ia harus tahu bagaimana cara melepaskan pakaiannya, cara memposisikan dirinya secara nyaman di kloset dan cara menahan keinginannya.

Selain itu, Toilet training anak juga bisa dimulai ketika anak sudah menginjak usia 2 tahun. Hal terpenting disini adalah anda harus tahu kesiapan anak karena setiap anak membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Akan tetapi, saraf dan otot yang mengatur keluarnya tinja dan urine baru matang ketika anak berusia 18 – 24 bulan. Oleh karena itu, jika anak anda sudah berusia 2 tahun maka sudah bisa dijalankan toilet training. Adapun pada anak yang memiliki kondisi khusus misalnya ada keterlambatan perkembangan maka toilet training bisa dilakukan lebih lambat. Adapun ketika anak sudah memulai, maka pastikan anak siap untuk mulai dengan cara mengajarkan anak meniru menggunakan toilet, mengutarakan keinginan untuk BAB dan BAK secara lisan dan mengerti perintah sederhana.

Cara mudah menerapkan Toilet training anak

Cara mudah untuk memulai toilet training adalah dengan mengenalkan anak kepada toilet. Anda bisa menjelaskan penggunaan toilet untuk BAK dan BAB. Anda bisa mengatakan bahwa ketika ingin BAK dan BAB ia perlu pergi ke toilet dan melepas popok atau celana dalamnya. Selain itu, sebagai orang tu juga perlu memberikan contoh kepada anak. Selanjutnya, anda bisa mengenalkan penggunaan pispot khusus pada anak dan anda bisa meletakkan pispot tersebut dikamar mandi dan ajari untuk menggunakannya selayaknya anda sedang duduk di toilet duduk.

Sedangkan cara terakhir yang bisa dilakukan untuk Toilet training anak adalah dengan mengajari cara penggunaan toilet dan menjadikan sebagai rutinitas. Disini, anda bisa mengajak anak pergi ke toilet sebentar untuk BAK setelah 45 menit mengkonsumsi banyak cairan. Dengan menerapkan hal tersebut maka sikecil akan mulai terbiasa BAK dan BAB di pispot. Anda juga bisa memberikan pujian kepada anak selama menjalani proses toilet training.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *